October 21, 2020

Mudahkah untuk Menjadi Social Media Evaluator?

Mudahkah untuk Menjadi Social Media Evaluator?

Mudahkah untuk Menjadi Social Media Evaluator?

Seperti yang diketahui, peranan media sosial untuk bisnis saat ini cukup penting. Bukan hanya meningkatkan brand awareness namun juga meningkatkan penjualan. Karena hal tersebut, sebagian perusahaan akan melakukan apapun agar media sosialnya maksimal, termasuk menggunakan jasa social media evaluator.

Walaupun terlihat mudah, namun tugas evaluator media sosial cukup sulit. Hal tersebut karena ia harus menganalisa media sosial tersebut. Entah yang berkaitan dengan media sosial tersebut, feed namun juga iklan seperti iklan aplikasi pemotong video. Jadi, tanpa analisa yang baik dari seorang evaluator media sosial, sosmed tersebut juga tidak akan bisa maksimal.

Tidak Mudah

untuk menjadi social media evaluator, Anda akan diseleksi terlebih dahulu. Masing-masing perusahaan yang membuka lowongan tersebut memiliki tahapan pemilihan yang berbeda. Jadi, sudah mengikuti prosedur saja belum cukup atau belum menjadi jaminan untuk dipilih.

Jikapun terpilih, Anda harus meluangkan waktu sesuai dengan kesepakatan. Misalnya 5 jam dalam sehari harus selalu online. Kenapa? Ini karena Anda harus aktif untuk memonitor aktivitas media sosial  yang sudah disepakati. Bisa instagram, facebook, LinkedIn, Pinterest ataupun yang lainnya.

Mudahkah untuk Menjadi Social Media Evaluator?
Mudahkah untuk Menjadi Social Media Evaluator?

Nantinya, Anda akan diminta untuk menganalisa interaksi yang terjadi. Bisa terkait tentang masukan, komplain, penambahan follower ataupun yang lainnya. Analisa inilah yang akan diberikan sebagai laporan untuk perusahaan terkait dengan performa media sosial yang dimiliki.

Hasil dari laporan inilah yang bisa menjadi dasar pertimbangan penggunaan strategi selanjutnya misalnya untuk penggunaan iklan ataupun penggunaan media sosial. Karena hal tersebut, sebagai seorang evaluator sosmed, impact yang diberikan bisa bersifat langsung

Apakah Perannya Penting?

Untuk Anda yang ingin meningkatkan kualitas dari media sosial yang digunakan, terutama untuk tujuan tertentu misalnya meningkatkan penjualan, maka jawabannya ya. Di Indonesia sendiri, peran evaluator social media lebih banyak dilakukan oleh social media specialist ataupun internet analyst. Salah satu perbedaannya adalah, umumnya evaluator bekerja dari rumah atau remote dan hanya bertugas untuk menganalisa saja sesuai dengan jobdesk yang diberikan.

Apakah Perannya Bisa Diganti dengan Bot?

Tidak bisa dipungkiri, di era saat ini yang serba menggunakan teknologi, ada kemungkinan peran dari seorang evaluator media sosial digantikan oleh robot. Namun, untuk saat ini belum bisa karena teknologi yang berkembang belum sepenuhnya dapat menggantikan peran manusia.

Apalagi robot tersebut tidak hanya mengamati segala aktivitas dari media sosial tersebut namun juga menulis laporan. Hingga saat ini, bot ataupun tools yang ada saat ini hanya bisa untuk mengamati saja dan tidak bisa membuat laporan.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jika 5-10 tahun kedepan, peran sebagai evaluator untuk media sosial sudah digantikan oleh bot seiring dengan berkembangnya AI. Karena hal tersebut profesi sebagai social media evaluator hingga saat ini masih cukup menjanjikan.